LaduniLaduniLaduni

LaduniLaduniLaduni

Gunadarma University

Gunadarma University
S1 - Psikologi

Jumat, 13 Januari 2017

Softskill, Usecase dan Activity Diagram


TUGAS SOFTSKILL
(USECASE DAN ACTIVITY DIAGRAM)


Ajeng Putri. E   
 Aprillia Dwi Lestari   
Desy Bunga   
Khanisa Dara   
Laduni 

4PAO9

FAKULTAS PSIKOLOGI 
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017






A.      Test MBTI atau Myers Briggs Type Indicator

Merupakan sebuah metode pengukuran berbentuk kuesioner yang digunakan untuk membaca kepribadian seseorang, khususnya untuk memahami bagaimana seseorang menilai sesuatu dan membuat keputusan, metode ini dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya Isabel Briggs Myers berdasarkan teori kepribadian yang dikemukakan oleh Carl Gustav Jung dalam bukunya Psychological Types (1921M). Instrument tes yang mulai dikembangkan pada masa Perang Dunia Ke-II ini pertama dipublikasikan pada 1962M, dengan tujuan awal untuk membuat teori kepribadian C.G Jung ini dapat diaplikasikan dalam penggunaan praktis dan lebih mudah dimengerti, sehingga dapat membantu para pekerja untuk menemukan pekerjaan yang paling cocok dengan diri mereka.
Tes Kepribadian MBTI yang masuk kedalam jenis tes kepribadian Objektif ini meskipun telah menjadi Tes Kepribadian yang boleh dikatakan terpopuler untuk jenisnya, dan telah dikenal sebagai salah satu Tes Kepribadian terakurat namun tetap saja tidak akan mampu terlepas dari ketidaksempurnaan ciptaan manusia. Namun demikian setidaknya jika kita menggunakan prinsip hukum 20/80  dari Vilfredo Pareto, yang berarti “kita dapat menggunakan alat ukur yang hanya mengukur 20% saja namun mampu mewakili sebagian besar (80%) aspek yang diukur”, maka kita dapat memahami tentang hasil test ini bahwa paling tidak dapat memberikan gambaran dari Tipe Kepribadian audiensnya (meskipun bukan cerminan sempurna).

B.       Dimensi MBTI

Metode MBTI sendiri terbagi atas 4 dimensi utama yang bersifat dikotomi atau saling berlawan, yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga dengan mengetahuinya kita dapat memaksimalkan potensi kelebihan yang kita miliki, serta memninimalisir potensi kekurangan yang mungkin ada dalam diri kita. Meskipun bersifat dikotomi , kita akan tetap memiliki kedua bagian dari masing-masing dimensi yang terdapat dalam MBTI, dengan salah satunya akan lebih cenderung daripada yang lainnya.
Berikut ini adalah 4 Skala MBTI yang bersifat dikotomi:


1.      Extrovert (E) vs. Introvert (I): Orientasi Energi. 
Dimensi EI melihat bagaimana seseorang mendapatkan energi mereka, dan bagaimana mereka menyalurkan energi mereka. Apakah mereka mendapatkan energi lebih dominan dari Lingkungan luar, ataukah dari dalam diri mereka sendiri. Extrovert mengambil energi dari lingkungan luar diri mereka (orang lain), mereka menyukai dunia luar, interaksi sosial atau bergaul adalah cara terbaik bagi mereka untuk menemukan energi mereka, mereka akan merasakan hidup saat semakin banyak orang yang berada di sekeliling mereka. Mereka berorientasi pada action, mereka akan lebih memilih untuk bertindak terlebih dahulu, lalu setelahnya barulah merefleksi apa yang mereka lakukan. Pribadi extrovert dominan baik dalam hal berinetraksi dengan orang lain, serta hal-hal yang bersifat operasional.Sedangkan Introvert, yang hanya memiliki sedikit sekali populasi jika dibanding Extrovert yakni hanya sebesar sekitar 25% dari populasi dunia adalah mereka yang mengumpulkan energi dari dalam diri mereka, mereka akan lebih memilih untuk memikirkan apa yang akan mereka lakukan, barulah melakukan hal tersebut. Mereka cenderung lebih senang menyendiri, dan merenung, tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang, dan mereka cenderung menjadi pencetus ide yang baik. Umumnya mereka mampu bekerja sendiri, penuh konsentrasi dan focus.
Sederhananya introvert – extrovert dapat dibedakan dengan cara berikut:
Ø  Extrovert berorientasi pada tindakan, sementara Introvert berorientasi pada Ide.
Ø  Ekstrovert mencari “luasnya” pengetahuan dan pengaruh, sementara introvert
mencari “kedalaman” pengetahuan dan pengaruh.
Ø  Extrovert lebih mementingkan seringnya interaksi, sementara introvert lebih mencari “kedalaman” dalam interaksi.
Ø  Extrovert mengisi kembali, dan mendapatan energi mereka dengan menghabiskan waktu bersana orang lain. Sedangkan introvert mengisi dan mendapatkan energi mereka dengan menyendiri. Dan mereka menggunakan energi mereka dengan cara sebaliknya.


2.    Sensing (S) vs. Intuition (N): Cara Mengelola Informasi. 
Dimensi Sensing-intuiting (SN) melihat bagaimana individu memahami dan menilai sebuah informasi baru yang mereka terima. Seorang sensing umumnya sangat realistis, memandang imajinasi sebagai hal yang dramatis, dan banyak menghabiskan waktu. Mereka menilai sesuatu berdasarkan fakta yang jelas, realistis, mereka melihat informasi dengan apa adanya. Mereka berpedoman pada pengalaman, dan biasanya hanya menggunakan metode-metode yang telah terbukti. Fokus pada masa kini, sehingga baik dalam perencanaan teknis dan detail yang bersifat aplikatif.Sementara seorang intuition akan memprses data dengan melihat pola, dan hubungan, biasanya memiliki pemikiran yang abstrak, konseptual, serta melihat berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi. Mereka imajinatif, dan memilih cara untuk dan berfokus pada masa depan, yakni pada apa yang mungkin bisa dicapai di masa depan. Seorang intuiting adalah sosok yang inovatif, penuh inspirasi, ide unik. Mereka baik dalam menyusun konsep, ide, dan visi jangka panjang.

3.      Thinking (T) vs. Feeling (F): Pengambilan Keputusan. 
Dimesi Thinking – Feeling (TF) adalah fungsi yang mengatur bagaimana seseorang dalam mengambil keputusan. Thinking adalah mereka yang selalu menggunakan logika, dan kekuatan analisa dalam mengambil keputusan. Mengambil keputusan dengan rasional berdasarkan informasi yang diperoleh fungsi penerima informasi (SN) mereka. Mereka cenderung konsisten, lugas, dan objektif, sehingga terkesan kaku, dan keras kepala.Sementara feeling adalah mereka yang melibatkan perasaan, empati serta nilai-nilai yang mereka yakini ketika hendak mengambil keputusan. Mereka berorientasi pada hubungan dan subjektif. Mereka akomodatif tapi sering terkesan memihak. Mereka empatik dan menginginkan harmoni. Bagus dalam menjaga keharmonisan dan memelihara hubungan.

4.      Judging (J) vs. Perceiving (P): Orientasi Pada Struktur. 
Dimensi keempat dari MBTI ini mendeskripsikan tingkat fleksibilitas seseorang, dan sering disebut sebagai orientasi seseorang pada Dunia Luar. Judgingadalah mereka yang memiliki gaya hidup yang terstruktur, dan mereka menentukan bagaimana mereka seharusnya hidup. Sedangkan Perceiving adalah mereka yang lebih fleksibel, dan lebih mudah untuk beradaptasi dengan gaya hidup yang ada disekeliling mereka.Judging (J)
Akan merasa nyaman ketika hidupnya dipenuhi dengan sebanyak mungkin hal yang terkontrol, dan terencana! Suka dengan hal yang terorganisir, Judging tidak terkait dengan Judging (menghakimi) dalam arti negatif, sehingga seorang dominan Judging bukan berarti adalah sosok yang gemar menghakimi orang lain.
Beberapa pernyataan tentang seorang Judging (J) dominan:
·         Lebih memutuskan memutuskan daripada mengikuti sebuah keputusan.
·         Sosok yang berorientasi pada Tugas.
·         Sering menyusun daftar tugas yang harus dilakukan.
·         Lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu daripada bersenang-senang.
·         Merencanakan pekerjaan, agar tak terburu-buru ketika telah mendekati deadline.
·         Terkadang ia memilik terlalu banyak fokus tujuan.

Perceiving (P)
Seorang yang memiliki fungsi Perceiving dominan biasanya lebih memilih cara yang fleksibel, dan spontan dalam kehidupan mereka. Ia akan lebih suka untuk beradaptasi/menyesuaikan diri dengan dunia luar daripada mengatur/menentukan bagaimana seharusnya ia hidup. Pemilik Perceiving dominan bukan berarti selalu memiliki persepsi yang akurat dalam menilai seseorang atau kejadian, perceiving disini yang dimaksud adalah seseorang dengan Perceiving dominan akan “lebih memilih untuk menerima informasi”.
Beberapa pernyataan tentang seorang Perceiving (P) dominan:
·         Bersifat terbuka dalam menanggapi apapun yang terjadi.
·         Biasanya bekerja denngan semangat yang meledak-ledak.
·         Deadline yang kian mendekat akan merangsang untuk bekerja lebih giat
·         Tidak suka dengan terlalu banyak rencana, dan selalu nampak bebas dan santai
·         Lebih menyukai pekerjaan sambil bersenang-senang.


C.    Manfaat dari Tes Kepribadian MBTI

          Setelah memahami MBTI, dan berbagai dimensi yang digunakan dalam pengukuran tipe kepribadiannya, tentu kita akan bertanya-tanya bagaimana manfaat MBTI bagi kehidupan, dan dibawah ini adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari Instrumen Tes MBTI ini:
  1. Manfaat dari Tes Kepribadian MBTI
a.    Pengembangan Diri 
Dengan MBTI kita bisa memahami kelebihan (Strength)diri kita sekaligus kelemahan (Weakness) yang ada pada diri sendiri. Kita bisa lebih fokus mengembangkan kelebihan kita sekaligus mencari cara memperbaiki sisi negatif kita.
b.    Memahami Karakter Orang Lain Dengan Lebih Baik. MBTI membantu memperbaiki hubungan dan cara pandang kita terhadap orang lain. Kita bisa lebih memahami dan menerima perbedaan. Tidak semua orang berfikir, bersikap dan berperilaku seperti cara kita berperilaku. Jadi terimalah perbedaan yang ada.
c.    Bimbingan Konseling 
MBTI sangat berguna di dunia pendidikan dan pengembangan karier. MBTI bisa digunakan sebagai panduan untuk memilih jurusan kuliah sampai dengan profesi yang cocok dengan kepribadian.
  1. Manfaat dilakukan activity pada aplikasi
Mempermudah dalam merancang aplikasi karena langkah-langkah dari pengguna sudah dituliskan dalam activity. Dan memperjelas langkah-langkah pengguna dalam menggunakan aplikasi tersebut.








  1. Usecase
Usecase diagram akan memperlihatkan bagaimana peranan setiap aktor dalam interaksi dengan sistem. Dalam arti yag lebih sederhana usecase  adalah interaksi antara aktor (orang menggunakan dengan sistem). Pengguna dalam mengakses sistem ini adalah untuk sebagai berikut :
  1. Untuk mengetahui bagaimana kepribadian mereka, karena akan ada hasil dari penjelasan kepribadian pengguna.
  2. Untuk mengetahui presentasi dari detail kepribadian dalam tes MBTI, apakah extrovert atau introvert. 








Rabu, 04 Mei 2016

PSIKOTERAPI

PSIKOTERAPI
Definisi dan Jenis-jenis Psikoterapi

LADUNI
3PA09
14513907

JURUSAN PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK

v  Definisi Psikoterapi
Menurut Istilah psikoterapi berasal dari dua kata, yaitu psiko dan terapi. Psiko artinya kejiwaan atau mental terapi adalah penyembuhan atau usada. Jadi, kalau dibahasa Indonesiakan psikoterapi mungkin dapat disebut usada jiwa atau usada mental.
Menurut Wampold (dalam Kertamuda, 2010) psikoterapi adalah cara yang paling utama dalam interpersonal yang berlandaskan pada prinsip-prinsip psikologikal. Prinsip tersebut termasuk pada terapis dan klien yang mengalami gangguan mental, masalah atau complain. Hal tersebut diadaptasi secara individual pada klien tertentu yang memiliki gangguan tersebut.
Psikoterapi difokuskan pada proses-proses tak sadar. Psikoterapi berurusan dengan pengubahan struktur kepribadian. Psikoterapi mengarah pada pemahaman diri yang intensif tentang dinamika-dinamika yang bertanggung jawab atas terjadinya krisis kehidupan, mengatasi akar permasalahannya, penyebabnya dari masa lalu dan menggali lebih mendalam karna bukan hanya masalah saat ini saja tetapi masalah yang terjadi dimasa lalu.

v  Jenis-jenis Psikoterapi
Psikoterapi ini banyak jenisnya tergantung dari kebutuhan dan latar belakang penderita sebelum sakit (pramorbid) :
1)      Psikoterapi Suportif
Jenis psikoterapi ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan, semangat dan motivasi agar penderita tidak merasa putus asa dan semangat juangnya (fighting spirit) dalam menghadapi hidup ini tidak kendur dan menurun.
2)      Psikoterapi Re-edukatif
Jenis psikoterapi ini dimaksudkan untuk memberikan pendidikan ulang yang maksudnya memperbaiki kesalahan pendidikan di waktu lalu dan juga pendidikan ini dimaksudkan mengubah pola pendidikan lama dengan yang baru sehingga penderita lebih adaptif terhadap dunia luar.
3)      Psikoterapi Re-konstruktif
Jenis psikoterpi ini dimaksudkan untuk memperbaiki kembali keperibadian yang telah retak menjadi keperibadian utuh seperti semula sebelum sakit.
4)      Psikoterapi Kognitif
Jenis psikoterapi ini dimaksudkan untuk memulihkan kembali fungsi kognitif (daya pikir dan daya ingat) rasional sehingga penderita mampu membedakan nilai-nilai moral etika, mana yang baik dan buruk dan lain sebagainya (discriminative judgment).
5)      Psikoterapi Psiko-dinamika
Jenis psikoterapi ini dimaksudkan untuk menganalisa dan menguraikan proses dinamika kejiwaan yang dapat menjelaskan seseorang jatuh sakit dan upaya mencari jalan keluarnya. Dengan psikoterapi ini diharapkan penderita diharapkan dapat memahami kelebihan dan kelemahan dirinya dan mampu menggunakan mekanisme pertahanan diri (defensemechanism) dengan baik.
6)      Psikoterapi Perilaku
Jenis psikoterapi ini dimaksudkan untuk memulihkan gangguan perilaku yang terganggu (maladaptif) menjadi perilaku yang adaftif (mampu menyesuaikan diri).Kemampuan adaptasi penderita perlu dipulihkan agar penderita mampu berfungsi kembali secara wajar dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah, di lingkungan sosial.
7)      Psikoterapi Keluarga
Jenis psikoterapi ini dimaksudkan untuk memulihkan hubungan penderita dengan keluarganya. Dengan psikoterapi ini diharapkan keluarga dapat memahami mengenai ganguan jiwa Skizofrenia dan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan penderita.

Sumber :

Jumat, 15 Januari 2016

PSIKOLOGI MANAJEMEN

PSIKOLOGI MANAJEMEN
Analisa Mengenai Internet Marketing “GrabTaxi”

  
   Nama  : Laduni
   NPM   : 14513907
   Kelas  : 3PA09

           UNIVERSITAS GUNADARMA

       JURUSAN PSIKOLOGI





GRABTAXI

           1SEJARAH TERBENTUKNYA
Didirikan pada 2011, GrabTaxi merupakan startup asal Malaysia yang punya ambisi beroperasi di seluruh Asia. Perusahaan yang menyediakan layanan pesan taksi menggunakan aplikasi ini sudah tersedia di enam negara, yaitu negara asalnya, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, dan tentu saja Indonesia.
Cheryl bergabung dengan GrabTaxi sejak Agustus 2013 sebagai Group Vice President of Marketing. Sebelum dilirik banyak investor, GrabTaxi masih berupa perusahaan skala kecil dengan tim yang ramping. Kantornya pun masih menumpang di gudang kantor orang lain. Sebelumnya, selama satu dekade, ia punya karier yang tergolong mapan di beberapa startup dan perusahaan besar.
Saat awal bekerja, timnya di departemen marketing hanya satu orang. Kontras sekali dengan jumlah timnya saat ini yang terdiri dari 150 orang. Sebagai organisasi, dengan 1.000 karyawan di 20 kota di enam negara, pertumbuhan GrabTaxi, yang aplikasinya sudah terpasang di sembilan juta perangkat mobile, memang tergolong pesat. Grabtaxi dari Malaysia adalah pahlawan startup dari Asia Tenggara. Setiap detiknya, tiga booking dilakukan di dalam platform ini. Jutaan orang menggunakannya. Dan GrabTaxi telah mendapatkan pendanaan sebesar USD 90 juta (Rp 1 triliun) dalam jangka waktu satu tahun – salah satu ronde pendanaan terbesar yang diterima oleh sebuah startup di Asia Tenggara. Ini adalah sebuah fakta. Namun, prosesnya merupakan cerita yang sangat manusiawi.
Anthony Tan, co-founder dan CEO GrabTaxi, masih mengingat dengan jelas bagaimana ia merayu para armada taksi agar tertarik menggunakan aplikasi mereka. Anthony yang merupakan seorang lulusan Harvard dengan orang tua yang kaya. Supir yang ia ajak bicara tampak sangat tidak tertarik dengan konsep yang ia tawarkan. Pembicaraan tidak berlanjut ke arah yang benar – hingga Anthony berbicara mengenai kakeknya yang juga merupakan seorang supir taxi. Hal itu langsung membuat perbincangan bergerak ke arah yang lebih baik, dan Anthony langsung mengendarai taksi supir tersebut seharian untuk mencari konsumen dan juga melihat kondisi dari sudut pandang seorang supir taksi.

           2. KIAT SUKSES MENEMBUS PASAR
Tujuan menjadi alasan kenapa sebuah startup berdiri, yang akan tercermin dalam produk yang dibuat hingga orang-orang yang direkrut. Bagi GrabTaxi, mereka ada di bisnis bukan sekadar untuk mengantarkan orang dari satu lokasi ke lokasi lain Ada tiga hal yang menjadi fokus utama GrabTaxi: memberikan pengalaman berkendara yang aman, meningkatkan taraf hidup rekan mereka (pengemudi taksi, mobil, dan ojek), dan menghadirkan transportasi yang dapat diakses siapa saja.
GrabTaxi adalah perusahaan pertama yang mengizinkan penggunanya mengirimkan lokasi secara real-time, sehingga keberadaannya bisa diketahui oleh orang terdekat. Proses rekrutmen pengendara, baik itu layanan GrabCar atau GrabBike juga tidak sembarangan. Memiliki SIM adalah syarat minimal yang harus dipatuhi pengendara untuk bisa menjadi rekan GrabTaxi. Sementara kompetitornya di salah satu negara, yang tidak disebutkan di mana, tidak menjadikan ini sebagai sesuatu yang penting.
Aplikasi taksi bermunculan di seluruh penjuru dunia karena mereka benar-benar memenuhi kebutuhan layanan taksi yang terjangkau, mudah, dan tersedia kapan saja. Namun kompetisinya sangatlah ketat karena semua orang di industri ini berlomba untuk mendapatkan supir taksi dan juga pengguna taksi dan pemilik mobil. Kualitas taksi, kelakuan supir taksi tersebut, kemudahan mendapatkan dan membayar taksi merupakan sebuah faktor penting. Namun semuanya berujung pada satu hal: harga, terutama pasar di Asia yang sangat sensitive
Meskipun mencari tim yang hebat adalah kunci kesuksesan GrabTaxi, Anthony mengakui bahwa ia salah merekrut orang beberapa kali. “Di satu titik, kita merekrut orang karena kita sedang kekurangan tenaga. Itu merupakan kesalah yang paling besar. merekrut dengan benar bukan hanya karena kita butuh merupakan sesuatu yang sangat penting. Hal yang paling benar adalah merekrut orang yang tepat yang mau berjuang berdampingan dengan tim.” Kini, GrabTaxi mempunyai 500 orang di dalam tim mereka yang tersebar di sekitar Asia Tenggara.
Kegembiraan terbesar Anthony adalah ketika ia melihat kenyataan bahwa para supir yang menggunakan aplikasi GrabTaxi mampu mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi. Ia memantau pendapatan mereka setiap harinya. “Supir kami menghasilkan uang 30 hingga 300 persen lebih banyak setiap harinya. Awalnya, kami kesulitan meminta mereka untuk membeli sebuah smartphone yang mempunyai harga USD 30 (Rp 365.000). Ketika hari pertama, mereka bahkan tidak tahu bagaimana cara menyalakan smartphone tersebut. Sekarang, mereka semua bisa menggunakan Skype, Whatsapp, dan melakukan lebih banyak lagi menggunakan smartphone mereka. Awalnya, kami hanya memberi mereka pinjaman lunak, melatih mereka tentang teknologi, dan sekarang, mereka menguasai semua itu,” ungkap Anthony dengan bangga.
Satu hal lain yang membuat dia gembira adalah kebanyakan pengguna GrabTaxi adalah wanita. “Kami ingin wanita merasa aman. Saya merasa aman ketika pacar, ibu, dan adik saya di dalam taksi dan tahu bahwa mereka akan sampai di tujuan dengan selamat. Ini merupakan hal yang sangat penting bagi saya saat ini.
Catatan akhir Anthony kepada entrepreneur lain adalah meskipun proses penggalangan dana sebuah startup merupakan sesuatu yang sangat tidak menyenangkan, namun ia mengatakan bahwa hal tersebut dapat dilakukan. “Saya kurang pintar jika dibandingkan dengan anggota tim lain yang lebih pintar. Namun jika Anda mencintai semua orang, mencintai diri Anda sendiri, dan mencintai apa yang Anda sedang kerjakan, hal itu merupakan sesuatu yang tidak bisa direbut dari Anda

           3.TANTANGAN YANG  AKAN DI HADAPI GRABTAXI
Pihak GrabTaxi tidak mau menyebutkan secara rinci tentang perkembangan maupun statistiknya di Indonesia. Mereka mengatakan bahwa saat ini, GrabTaxi masih berfokus untuk mengedukasi para supir taksi dan menarik pengguna sebanyak mungkin. Karena fokusnya tersebut, hingga kini GrabTaxi belum melakukan monetisasi di Indonesia.
Untuk mengakses layanan Premium, pengguna tidak perlu men-download aplikasi terpisah, melainkan langsung dari dalam aplikasi GrabTaxi (gambar bawah). Sayangnya, karena masih dalam tahap beta, jumlah mobil mewah – dengan beberapa merek seperti Mercedes Benz dan BMW – yang tersedia masih relatif sedikit.
GrabTaxi harus terus mengeluarkan inovasi baru untuk terus bertahan dalam bersaing dengan internet marketing lainnya seperti gojek dll. Menjamin kenyamanan dan keamanan pelanggan yang akan membuat pelanggan mau untuk memesan GrabTaxi kembali. Menjamin kerahasiaan data pelanggan yang memesan haruslah sangat diperhatikan.
Seperti inovasi yang telah dilakukan Grabtaxi, dengan memodifikasi mobil bertemakan star wars. GrabTaxi mengadakan sebuah kampanye yang disebut Experience the Awakening. Dalam kampanye ini, GrabTaxi dan GrabBike menyediakan ratusan kendaraan yang dihias dengan tema StarWars. Pihak GrabTaxi menyebutkan, mereka telah menyediakan 500 kendaraan bertema Star Wars. Kendaraan ini akan menampilkan 2 karakter yang ada di Star Wars yaitu Stormtrooper dan BB-8. Kendaraan bertema Star Wars ini akan mulai beroperasi di Jakarta.

Jumat, 13 November 2015

Psikologi Manajemen #

Nama Anggota Kelompok :
  1. Ajeng Putri Ervya        : 10513515
  2. Alfiyani Cahya Fitri     : 10513663
  3. Khanisa Dara P            ; 19513723
  4. Laduni                          : 14513907
  5. Rizka Aghnia Budiarti : 17513887




Psikologi Manajemen #

Nama perusahaan                : Melstore JKT
Alamat                                   : Depok Town Square lantai G
Bidang Usaha                        : Toko sepatu
Berdiri Sejak                         : 2010
Jumlah Karyawan                : 4 karyawan
Cabang                                   : Depok Town Square lantai UG

Planning
Usaha ini berawal dari online shop. Pemilik toko mempunyai budget awal sebesar 15 juta yang ia dapat dalam pinjaman awal kepada temannya. Tetapi modal tersebut kurang dan ia meminjam kembali kepada temannya sebesar 8 juta untuk pemambahan budgeting awal. Pemilik toko mempunyai 2 toko yang berada di Depok Town Square dan 4 karyawan.  Pemilik toko sangat selective dalam memilih karyawan dan menurut pemilik toko tersebut dengan 4 karyawan tersebut cukup efektif dalam mengelola toko tersebut. Pemilik toko mencari karyawan dengan kriteria yang komunikatif, jujur dan baik terhadap pelanggan. Toko tersebut untuk 3 sampai 5 tahun kedepan ingin menjadi produsen sepatu dan ingin memproduksi sendiri barang yang ia jual. Mengedepankan pelayangan dan design sepatu yang sedang menjadi trend dikalangan anak muda.

Organizing
Bentuk struktur organisasi tersebut masih kecil. Pemilik toko, Admin, reseller, karyawan. Pemilik toko bertugas mengatur dan mengawasi toko, karyawan, serta keluar masuknya barang yang dijual pada toko tersebut. Admin lebih bertugas pada penjualan dalam sosial media twitter, facebook, dan instagram. Reseller dan karyawan penjualan barang dilapangan. Penempatan karyawan lebih dilihat dari karakter karyawan tersebut, dengan cara melakukan interview kemudian melakukan training 1minggu. Pemilihan karyawan juga dilakukan oleh pemilik toko tersebut.

Actuating
Pengaplikasian visi dan misi toko tersebut sudah terealisasikan, dapat dilihat dari model sepatu yang mengikuti perkembangan model terkini. Pemilik toko menilai karyawan dari cara karyawan bekerja dengan cara melihat keahlian yang dimiliki karyawan dan menempatkan sesuai dengan keahliannya, jika terjadi kesalahan penempatan pemilik toko merolling dalam bagian yang berbeda selama beberapa hari, agar dapat dilihat bagaimana kinerja karyawan tersebut.

Controlling
Dalam pengendalian toko tersebut, pemilik toko melakukan pengontrolan setiap hari untuk mengecek bagian pembukuan dan persediaan barang serta kinerja dari karyawannya. Pemilik toko melakukan audit sebelum karyawan mendapatkan gaji. Penggajian karyawan tidak dilakukan secara bersamaan hal ini karena pemilik toko mengurangi banyak nya pengeluaran pada waktu bersamaan. Pemilik toko melihat karyawan saat melayani pelanggan yang datang ke toko tersebut, yang dilihat dari komunikasi dan cara yang digunakan untuk menarik pelanggan. Untuk mengontrol stock sepatu, pemilik toko melihat pembukuan pembelian barang, dilihat desain sepatu apa saja yang habis stocknya. Kemudian pemilik toko pergi ke distributor untuk mengambil stock yang habis. Awalnya pemilik toko survei lokasi yang akan diambil selama 3 hari saat weekdays dan weekend. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah lokasi tersebut ramai atau tidak. 





Kamis, 26 Maret 2015

Kesehatan Mental #

LADUNI
2PA09
14513907
PSIKOLOGI
“Perkembangan Kesehatan Mental dan Konsep Sehat”


  • SEJARAH PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL
Secara etimologis, kata “mental” berasal dari kata latin, yaitu “mens” atau “mentis” artinya roh, sukma, jiwa, atau nyawa. Di dalam bahasa Yunani, kesehatan terkandung dalam kata hygiene, yang berarti ilmu kesehatan. Maka kesehatan mental merupakan bagian dari hygiene mental (ilmu kesehatan mental) (Yusak Burhanuddin, 1999: 9). Kesehatan mental (mental hygiens) adalah ilmu yang meliputi sistem tentang prinsip-prinsip, peraturan-peraturan serta prosedur-prosedur untuk mempertinggi kesehatan ruhani (M. Buchori dalam Jalaluddin,2004: 154) Menurut H.C. Witherington, kesehatan mental meliputi pengetahuan serta prinsip-prinsip yang terdapat lapangan Psikologi, kedokteran, Psikiatri, Biologi, Sosiologi, dan Agama (M. Buchori dalam Jalaluddin,2004: 154) Seperti kesehatan fisik, kesehatan mental merupakan aspek sangat penting bagi setiap fase kehidupan manusia.
Keshatan mental terentang dari yang baik sampai dengan yang buruk. Setiap orang, mungkin dalam hidupnya mengalami kedua sisi rentangan tersebut, kadang-kadang keadaan mentalnya sangat sehat, tetapi dilain waktu justru sebaliknya. Pada saat mengalami masalah kesehatan mental, seseorang membutuhkan pertolongan orang lain untuk mengatasi masalah yang dihadapinya tersebut. Kesalahan mental dapat memberikan dampak terhadap kehidupan sehari-hari atau masa depan seseorang termasuk anak-anak dan remaja. Merawat dan melindungi keshatan mental anak-anak merupakan aspek yang sangat penting yang dapat membantu perkembangan anak yang lebih baik di masa depan.

1. Kesehatan Mental Pra-ilmiah
Seperti juga psikologi yang mempelajari hidup kejiwaan manusia, dan memiliki usia sejak adanya manusia di dunia, maka masalah kesehatan jiwa itupun telah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu dalam bentuk pengetahuan yang sederhana. Beratus-ratus tahun yang lalu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah syaitan-syaitan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara di bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat. Namun, lambat laun ada usaha-usaha kemanusiaan yang mengadakan perbaikan dalam menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya ini. Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris adalah salah satu contoh orang yang berjasa dalam mengatasi dan menanggulangi orang-orang yang terkena penyakit mental.

2. Era Pra-Ilmiah
Kepercayaan Animisme
Sejak zaman dulu sikap terhadap gangguan kepribadian atau mental telah muncul dalam konsep primitif animeisme, ada kepercayaan bahwa dunia ini diawasi atau dikuasisi oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang primitrif percaya bahwa angin bertiup, ombak mengalun, batu berguling, dan pohon tumbuh karena pengaruh roh yang tinggal dalam benda-benda tersebuit. Orang yunani percaya bahwa gangguan mental terjadi karena dewa marah dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dari korban.

3. Era Ilmiah (Modern)
Perubahan yang sangat berarti dalam sikap dan era pengobatan gangguan mental, yaitu dari animisme (irrasional) dan tradisional ke sikap dan cara yang rasional (ilmiah), terjadi pada saat berkembangnya Psikologi Abnormal dan psikiatri di Amerika Serikat, yaitu pada tahun 1783. ketika itu benyamin rush (1745-1813) menjadi anggota staff medis dirumah sakit Penisylvania. Dirumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai ”lunaties” (orang-orang gila atau sakit ingatan).
Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyakit kegilaan tersebut, dan kurang mengetahui bagaimana menyembuhkannya. Sebagai akibatnya, pasien-pasien tersebut didukung dalam sel yang kurang sekali alat ventilasinya, dan mereka sekali-sekali digugur dengan air. Perkembangan kesehatan mental dipengaruhi oleh gagasan, pemikiran dan inspirasi para ahli, dalam hal ini terutama dari dua tokoh perintis, yaitu Dorothea Lynde Dix dan Clifford Whittingham Beers. Kedua orang ini banyak mendedikasikan hidupnya dalam bidang
pencegahan gangguan mental dan pertolongan bagi orang-orang miskin dan lemah. Dorthea Lynde Dix lahir pada tahun 1802 dan meninggal duinia tanggal 17 July 1887. dia adalah seorang guru sekolah di Massachussets, yang menaruh perhatian terhadap orang-orang yang mengalami gangguan mental. Sebagian perintis (pioneer), selama 40tahun dia berjuang untuk memberikan pengorbanan terhadap orang-orang gila secara lebih manusiawi. Dewasa ini perhatian orang-orang terhadap kesehatan mental semakin besar. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya fasilitas kesehatan bagi para penderita gangguan mental, keluarga yang memiliki anggota keluarga yang memiliki gangguan mental pun sudah tidak merasa malu untuk membawa berobat, di masa lalu anggota keluarga yang mengalami gangguan mental dikucilkan bahkan ada pula yang dipasung.
Demikian pula disekolah tidak lepas dari pengaruh kesehatan mental. Para pendidik semakin menyadari perlunya pengetrapan prinsip-prinsip kesehatan mental untuk tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Justru sekolah yang mempunyai peranan besar dalam “membentuk” manusia-manusia yang sehat badan dan jiwanya. Problem kesehatan mental sebenarnya sudah ada sejak manusia sendiri itu ada. Sejak dulu manusia tidak hanya mengalami sakit jasmani tetapi juga merasakan kesedihan,tertekan dan putus asa. Dan tentu saja orang juga berusaha untuk menyembuhkan sakit non-jasmaniahnya baik dengan cara yang rasional misalnya dengan minta nasehat pada orang tua, orang yang dituakan atau dianggap bijak dan dengan cara yang irasional dengan pergi ke dukun atau melakukan penyembahan pada benda-benda yang dianggap keramat. Perkembangan kebudayaan, tekhnologi dan ilmu pengetahuan mempengaruhi cara-cara orang untuk mengatasi problem non jasmaniah yang semakin lama tumbuh menjadi ilmu pengetahuan sendiri.

  • KONSEP SEHAT
Konsep sehat pada masyarakat awam lebih merujuk kepada keadaan fisik jasmaniah seseorang yaitu sehat atau sakit. Akan tetapi sesungguhnya konsep sehat tidak hanya  dari segi fisik saja, tedapat dimensi-dimensi lain seperti emosi, intelektual, sosial dan spiritual. WHO mendefinisikan kesehatan sebagai: “… keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani) dan sosial, dan bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan … “ (Smet, 1994). Sehat sendiri dapat dikatakan sebagai suatu kondisi normal, nyaman dan bahagia baik secara fisik , emosi (EQ), intelektual (IQ), spritual (SQ) dan sosial. Serta dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa terganggu. Sedangkan sakit itu sendiri diartikan sebagai keadaan fisik tubuh yang terganggu yang menyebabkan perasaan tidak nyaman dan tidak mengenakan.
Konsep sehat menurut Parkins (1938) adalah suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan berbagai faktor yang berusaha mempengaruhinya. Sedangkan menurut White (1977), Sehat adalah suatu keadaan di mana seseorang pada waktu diperiksa tidak mempunyai keluhan ataupun tidak terdapat tanda-tanda suatu penyakit dan kelainan. WHO pun mengembangkan defenisi tentang sehat. Konsep sehat menurut WHO tahun 1974, menyebutkan bahwa sehat adalah keadaan sempurna dari fisik, mental, sosial, tidak hanya bebas  
dari penyakit atau kelemahan. Konsep-konsep kesehatan dikembangkan berdasarkan :

1. Dimensi Emosional
Menurut Goleman, emosional merupakan hasil campur dari rasa takut, gelisah, marah, sedih dan senang. Orang yang sehat secara emosi dapat terlihat dari kestabilan dan kemampuannya mengontrol dan mengekspresikan perasaan (marah, sedih atau senang) secara tidak berlebihan.
2. Dimensi Intelektual
Kesehatan intelektual meliputi usaha untuk secara terus-menerus tumbuh dan belajar untuk beradaptasi secara efektif dengan perubahan baru. Bagaimana seseorang berfikir, wawasannya, pemahamannya, alasannya, logika dan pertimbangnnya. Dikatakan sehat  secara intelektual yaitu jika seseorang memiliki kecerdasan dalam kategori yang baik mampu melihat realitas. Memilki nalar yang baik dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan.
3. Dimensi Fisik
Menurut dimensi fisik, seseorang dikatakan sehat secara fisiologis (fisik) bila terlihat normal, tidak cacat, tidak mudah sakit, tidak kekurangan sesuatu apapun. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.

4. Dimensi Sosial
Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai. Sehat secara sosial dapat dikatakan mereka yang bisa berinteraksi dan berhubungan baik dengan sekitarnya mampu untuk bekerja sama. Tingkah laku manusia dalam kelompok sosial, keluarga, pernihakan, dan sesama lainnya, penerimaan norma sosial dan pengendalian tingkah laku.
5. Dimensi Spiritual
Spiritual merupakan kehidupan kerohanian. Dengan menyerahkan diri dengan bersujud dengan kepercayaan agama masing-masing. Sementara orang yang sehat secara spiritual adalah mereka yang memiliki suatu kondisi ketenangan jiwa dengan id mereka. Secara rohani dianggap sehat karena pikirannya jernih tidak melakukan atau bertindak hal-hal yang diluar batas kewajaran sehingga bisa berpikir rasional. Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana  ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa.

  • REFERENSI
2. http://www.psychoshare.com/file-243/psikologi-klinis/sejarah-pergerakan-kesehatan-mental.html

welcome back

welcome back